03281 2200229 4500001002100000005001500021035002000036245020200056100002200258250000900280300007100289856002700360260007000387082002300457084002900480650002500509008003900534520242900573700001803002700001203020990001903032INLIS00000000000499720250109084703 a0010-03220003941 aPengaruh Suhu Distilasi Sederhana Terhadap Pemurnian Gliserol Hasil Samping Pembuatan Biodiesel CV. Garuda Energi Nusantara Oil :bTugas Akhir /cIffah Nur Amaliah (17TKM195); Andi Arninda; Ibrahim0 aIFFAH Nur Amaliah a2020 axii, 37 halaman :bTabel, gambar ;c20x29 cmebibliografi;lampiran aOPAC (Rak TA TKM 2020) aMakassar :bPoliteknik ATI Makassar - Teknik Kimia Mineral,c2020 a(R)2020 TA-TKM 818 a(R)2020 TA-TKM 818 IFF p 4aTugas Akhir TKM 2020250109 | | |  aIFFAH NUR AMALIAH. 2020. Pengaruh Suhu Distilasi Sederhana Terhadap Pemurnian Gliserol Hasil Samping Pembuatan Biodiesel di CV. Garuda Energi Nusantara Oil. Dibawah bimbingan ANDI ARNINDA sebagai pembimbing I dan IBRAHIM sebagai pembimbing II. Gliserol merupakan produk samping dari pembuatan biodisel secara transesterifikasi. Jumlah gliserol kotor pada produk samping tersebut dapat mencapai 10% dari total produk dan dianggap tidak bernilai guna. Penanganan yang salah seperti pembakaran yang menghasilkan asap atau kabut dapat menganggu fungsi pernafasan. Untuk mengatasi penumpukan hasil samping pembuatan biodiesel yaitu gliserol, maka perlu dilakukan pengolahan. Namun sebelum diolah terlebih dahulu gliserol dimurnikan. Pemurnian ini bertujuan untuk menghilangkan pengotor yang terkandung di dalam gliserol. Distilasi merupakan salah satu cara untuk proses pemurnian gliserol, proses ini memisahkan metanol dan air dari gliserol dengan cara menguapkan zat pengotor tersebut sehingga hasil dari proses pemurian ini dapat digunakan untuk mengolah produk turunan dari gliserol seperti bahan baku farmasi, kecantikan dan lainnya. Penelitian ini dilakukan di Politeknik ATI Makassar pada tanggal 10 Juli - 02 September 2020. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar gliserol setelah di murnikan dengan variasi suhu distilasi sederhana. Jenis penelitian ini bersifat eksperimental di mana sampel di ambil langsung dari pengolahan biodiesel di CV Garuda Energi Nusantara Oil dan dilakukan pengujian di laboratorium. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk memurnikan hasil samping pembuatan biodiesel yaitu gliserol adalah dengan cara penambahan asam fosfat. Penambahan asam fosfat sebanyak 7% dari 200 mL dapat memisahkan asam lemak bebas dari gliserol. Dan untuk meningkatkan kemurnian gliserol maka dilakukan proses distilasi, dimana kondisi terbaik pada proses pemurnian gliserol melalui metode distilasi adalah pada suhu 110°C. kondisi tersebut menghasilkan gliserol dengan kadar gliserol 86,27%, kadar air 11,9%, pH 6,9, warna kuning kecokelatan. Sedangkan untuk hasil distilasi pada suhu 100°C menghasilkan kadar gliserol 73,06%, kadar air 14,31%, pH 6,8, dan warna kuning kemerahan. Hasil ini menunjukkan bahwa suhu yang digunakan pada proses distilasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap gliserol murni yang dihasilkan. Kata Kunci : Gliserol, Distilasi Sederhana, Kadar Gliserol, Kadar Air, pH1 aARNINDA, Andi0 aIBRAHIM a15/TA TKM 2020