<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000000004842</controlfield>
  <controlfield tag="005">20220526112809</controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-0322000239</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">Rancang Bangun Mesin Pemecah Buah Kakao Dengan Kapasitas 0,6 Ton/Jam :</subfield>
   <subfield code="b">Tugas Akhir /</subfield>
   <subfield code="c">Ahmad Ashari R</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="100" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">ASHARI R, Ahmad</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="250" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">2017</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">x, 65 halaman :</subfield>
   <subfield code="b">Tabel, Gambar ;</subfield>
   <subfield code="c">20,6x28,3 cm</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="856" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">OPAC (Rak TA TMI 2017)</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="260" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Makassar :</subfield>
   <subfield code="b">Politeknik ATI Makassar - Teknik Mesin Industri,</subfield>
   <subfield code="c">2017</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">(R)2017 TA-TMI 818</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">(R)2017 TA-TMI 818 ASH r</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Tugas Akhir TMI 2017</subfield>
  </datafield>
  <controlfield tag="008">220526                |          | |  </controlfield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Kakao merupakan komoditas perkebunan unggulan di Indonesia. Salah satu sentra produksi kakao adalah di daerah Luwu Timur Kecamatan Burau. Tanaman kakao menjadi faktor yang mendukung perekonomian bagi para petani, hal tersebut dikarenakan dengan harga jual lebih mahal dibandingkan dengan tanaman lain seperti jeruk, kacang hijau, padi, dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengefesienkan kinerja para petani kakao yang selama ini memecah kakao secara manual, sehingga dibutuhkan alat untuk mempercepat proses pemecahan dengan mudah dan aman. Adapun metodologi penelitian ini adalah membuat rancang bangun mesin dan perhitungan kapasitas mesin pemecah buah kakao. Setelah melakukan pengujian mesin pemecah buah kakao ini, mampu memecahkan buah sebanyak 580,5 kg/jam</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">47/TA TMI 2017</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
