<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<modsCollection xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-5.xsd">
  <mods version="3.5">
    <titleInfo>
      <title>Berdamai dengan Rasa Marah</title>
      <subTitle>Karena Tidak Selamanya Marah Sanggup Menyelesaikan Semua Masalah</subTitle>
    </titleInfo>
    <name type="personal" usage="primary">
      <namePart>ERA Findiani</namePart>
    </name>
    <typeOfResource>text</typeOfResource>
    <originInfo>
      <place>
        <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
      </place>
      <publisher>Psikologi Corner</publisher>
      <dateIssued>2020</dateIssued>
      <edition>Cet. 1, Januari</edition>
      <issuance/>
    </originInfo>
    <language>
      <languageTerm authority="iso639-2b" type="code">ind</languageTerm>
    </language>
    <physicalDescription>
      <extent>viii, 336 halaman : gambar ; 13,5x20 cm Profil Penulis</extent>
    </physicalDescription>
    <abstract type="Summary">Manusia merupakan makhluk hidup yang diciptakan oleh Yang Maha Kuasa secara teliti dan special. Karena setiap manusia memiliki emosi. Seseorang bisa tertawa, tersenyum, menangis, kecewa hingga marah. Semua hal tersebut wajar terjadi dalam siklus hidup setiap orang.  Siapa pun bisa marah. Marah itu mudah. Tetapi marah pada orang yang tepat dengan kadar yang sesuai, pada waktu yang tepat, demi tujuan yang benar, dan dengan cara yang baik, bukanlah hal yang mudah. Marah bisa dinilai sebagai hal positif jika marah tersebut dilakukan dengan cara yang benar dan bijak, menggunakan kata-kata atau kalimat-kalimat yang baik pula. Tetapi, ketika amarah tersebut diekspresikan secara destruktif yaitu dengan memaki, mengumpat, berkata-kata kotor, membanting barang, merusak barang atau memukul orang, maka rasa marah itu akan menjadi emosi negative. Lepas kendali atas rasa marah diri sendiri dapat memicu perasaan bingung, tidak berdaya bahkan frustasi, stress atau depresi. &#13;
	Buku ini dibuat agar orang-orang lebih mampu berdamai dengan rasa marah yang sering muncul di dalam hidupnya. Agar mampu mengekspresikan amarah dibandingkan hanya memendam dan menimbun amarah yang suatu saat bisa saja meledak seperti bom waktu. Buku Ini diharapkan mampu menjadi salah satu sarana pengetahuan bagi para anak-anak, remaja, maupun orang tua dalam memahami rasa marah. Karena rasa marah merupakan salah satu emosi dasar manusia yang normal untuk dirasakan oleh setiap orang. &#13;
Buku ini membimbing kita mengenal batas-batas itu dan akan memberikan beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kecerdasarn emosi kita termasuk bagaimana mengelola rasa marah itu. Serba serbi rasa marah termasuk faktor pemicu rasa marah, dampak negatif dari meluapkan rasa marah yang berlebihan serta strategi-strategi yang bisa dilakukan untuk menjinakkan rasa marah.</abstract>
    <note type="statement of responsibility" altRepGroup="00">Era Findiani</note>
    <subject>
      <topic>Emosi - Psikologi</topic>
    </subject>
    <subject>
      <topic>Sumbangan Pegawai 2021</topic>
    </subject>
    <classification authority="ddc">152.4</classification>
    <classification authority="">152.4 ERA b</classification>
    <identifier type="isbn">978-623-244-101-9</identifier>
    <recordInfo>
      <recordCreationDate encoding="marc">220705</recordCreationDate>
      <recordChangeDate encoding="iso8601">20220705032719</recordChangeDate>
      <recordIdentifier>INLIS000000000000400</recordIdentifier>
      <recordOrigin>Converted from MARCXML to MODS version 3.5 using MARC21slim2MODS3-5.xsl
				(Revision 1.106 2014/12/19)</recordOrigin>
    </recordInfo>
  </mods>
</modsCollection>
