<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000000000314</controlfield>
  <controlfield tag="005">20230202063511</controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-0621000014</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">Penataan Supply Bahan Baku Menggunakan Penerapan Sistem Antrian pada Pabrik Gula di Kabupaten Takalar :</subfield>
   <subfield code="b">Tugas Akhir /</subfield>
   <subfield code="c">Akhmad Rezky Parawangsa</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="100" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">PARAWANGSA, Akhmad Rezky</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="250" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">2018</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">xii, 39 halaman :</subfield>
   <subfield code="b">tabel; gambar ;</subfield>
   <subfield code="c">20,5x28 cm</subfield>
   <subfield code="e">lampiran</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="856" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">OPAC (Rak TA TIA 2018)</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="260" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Makassar :</subfield>
   <subfield code="b">Politeknik ATI Makassar. Teknik Industri Agro,</subfield>
   <subfield code="c">2018</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">(R)2018 TA-TIA 818</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">(R)2018 TA-TIA 818 PAR p</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Tugas Akhir TIA 2018</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Tebu merupakan bahan baku utama dalam industri gula. Kualitas tebu sebagai bahan baku akan berpengaruh pada kualitas gula yang dihasilkan. Salah satu penyebab turunnya kualitas tebu yang akan digiling adalah karena tebu terlalu lama bertahan di stasiun timbangan, mengantri untuk digiling dikarenakan fasilitas yang kurang. Untuk menghindari kehilangan gula selama proses tebang angkut, hendaknya proses ini dijalankan dengan optimal sehingga tidak memakan waktu lama. Pada stasiun ini hanya terdapat satu fasilitas pelayanan yang tersedia untuk melayani setiap truk yang akan datang dengan memanfaatkan cane conveyor sebagai fasilitas pelayanan. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya antrian yang cukup panjang. Dikarenakan tidak seimbangnya jumlah truk yang datang sebagai sumber masukan dengan jumlah fasilitas pelayanan yang tersedia. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan dengan tujuan menyeimbangkan laju kedatangan bahan baku dengan kapasitas gilingan pada mesin cane conveyor di Stasiun Gilingan PT. Perkebunan Nusantara XIV Pabrik Gula Takalar. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan model sistem antrian dengan menggunakan model sistem antrian M/M/1 untuk menghitung kondisi antrian perusahaan saat ini.</subfield>
  </datafield>
  <controlfield tag="008">230202                |          | |  </controlfield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">200/TA TIA 2018</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
