<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000000000287</controlfield>
  <controlfield tag="005">20220712043355</controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-0521000011</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">Penerapan Sistem Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) pada Industri Kecil Menengah Pabrik Tempe Tradisional di Kota Makassar :</subfield>
   <subfield code="b">Tugas Akhir /</subfield>
   <subfield code="c">Hasmita Sari</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="100" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">HASMITA Sari</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="250" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">2020</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">xi, 39 halaman :</subfield>
   <subfield code="b">tabel; gambar ;</subfield>
   <subfield code="c">20,5x29 cm</subfield>
   <subfield code="e">lampiran</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="856" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">OPAC (Rak TA TIA 2020)</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="260" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Makassar :</subfield>
   <subfield code="b">Politeknik ATI Makassar. Teknik Industri Agro,</subfield>
   <subfield code="c">2020</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">(R)2020 TA-TIA 818</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">(R)2020 TA-TIA 818 HAS p</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Tugas Akhir TIA 2020</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Proses produksi tempe sebaiknya menggunakan perlengkapan yang menjamin keamanan pangan. IKM Pabrik tempe perlu menerapkan konsep HACCP yang tepat untuk meminimalkan kontaminasi antara pekerja dan bahan pangan. Hasil analisa penerapan Sanitation Standar Operation Procedure (SSOP) ditemukan masalah berupa keamanan air, kondisi permukaan yang kontak dengan makanan, pencegahan kontaminasi silang, kebersihan pekerja, pengendalian kesehatan karyawan, dan pemberantasan hama, sedangkan hasil analisa Good Manufacture Practice (GMP) berupa lokasi, bangunan, fasilitas sanitasi, pengawasan proses, karyawan, penyimpanan, pemeliharaan dan program sanitasi dan pelatihan, kemudian dilakukan penetapan titik kendali kritis, yang dimana titik kendali kritis yang ada pada pabrik tempe ini yaitu pada saat pemasakan kedelai, penggilingan dan pencampuran ragi. Pada proses produksi sering terjadi kontaminasi fisik berupa debu, dan serangga dan kontaminasi biologis berupa bakteri-bakteri yang ada di sekitar kemudian menetapkan batas kritis pada setiap titik kendali kritis. Batas kritis atau rekomendasi untuk bahaya fisik adalah penjadwalan pembersihan tempat pemasakan dan lap khusus untuk membersihkan wadahm sedangkan untuk bahaya biologis adalah dengan menggunakan pelindung berupa masker, sarung tangan, penutup kepala, dan baju khusus untuk menyerap keringat.</subfield>
  </datafield>
  <controlfield tag="008">220712                |          | |  </controlfield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">168/TA TIA 2020</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
