<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000000000257</controlfield>
  <controlfield tag="005">20230714102915</controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-0421000092</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">Tinjauan Penyebab Kecacatan Produk Cup dengan Menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA) PT. Aftech Makassar Indonesia :</subfield>
   <subfield code="b">Tugas Akhir /</subfield>
   <subfield code="c">Rina Oktaviani</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="100" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">RINA Oktaviani</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="250" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">2019</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">xi, 46 halaman :</subfield>
   <subfield code="b">tabel; gambar ;</subfield>
   <subfield code="c">20x29 cm</subfield>
   <subfield code="e">biografi penulis</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="856" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">OPAC (Rak TA TIA 2019)</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="260" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Makassar :</subfield>
   <subfield code="b">Politeknik ATI Makassar. Teknik Industri Agro,</subfield>
   <subfield code="c">2019</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">(R)2019 TA-TIA 818</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">(R)2019 TA-TIA 818 RIN t</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">PT. Aftech Makassar Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufacturing. Produk yang dihasilkan adalah cup. Tingginya tingkat defect pada proses produksi menjadi permasalahan yang besar dikarenakan harus me-rework produk-produk yang cacat sehingga berdampak pada lebih lamanya waktu proses. Dari permasalahan tersebut perlu dilakukan pengendalian kualitas agar mengurangi jumlah produk gagal. Upaya yang dilakukan untuk pengendalian produk gagal tersebut adalah dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA) serta metode penelitian atau teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu menggunakan penelitian deskriptif untuk mengidentifikasi dan menganalisis kegagalan yang terjadi. Tujuan dari penggunaan FMEA adalah untuk mengetahui kegagalan mana yang memiliki nilai Risk Priority Number (PRN) paling tinggi dengan cara mengalikan tingkat keparahan, kejadian, dan deteksi.  Selanjutnya dengan mode kegagalan dengan nilai RPN tertinggi akan dijadikan sebagai top level event pada diagram FTA.</subfield>
  </datafield>
  <controlfield tag="008">230714                |          | |  </controlfield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Tugas Akhir TIA 2019</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">55/TA TIA 2019</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
