<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<modsCollection xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-5.xsd">
  <mods version="3.5">
    <titleInfo>
      <title>The Art Of War Visualized</title>
      <subTitle>Strategi Klasik Sun Tzu DISAJIKAN Dalam Diagram dan Grafik</subTitle>
    </titleInfo>
    <name type="personal" usage="primary">
      <namePart>HAGY, Jessica</namePart>
    </name>
    <name type="personal">
      <namePart>KUNTASWARI, Pandam</namePart>
    </name>
    <typeOfResource>text</typeOfResource>
    <originInfo>
      <place>
        <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
      </place>
      <publisher>Gramedia Pustaka Utama</publisher>
      <dateIssued>2015</dateIssued>
      <edition>Cetakan Pertama</edition>
      <issuance/>
    </originInfo>
    <language>
      <languageTerm authority="iso639-2b" type="code">ind</languageTerm>
    </language>
    <physicalDescription>
      <extent>250 halaman : gambar ; 17x17 cm</extent>
    </physicalDescription>
    <note type="statement of responsibility" altRepGroup="00">Jessica Hagy; Alih bahasa, Pandam Kuntaswari</note>
    <note>The Art of War adalah teks klasik yang dikait-kaitkan dengan seorang panglima Tionghoa, Sun Tzu, yang hidup kurang lebih 2500 tahun lalu. Pada abad ini, karya itu tidak hanya menjadi buku bacaan wajib dalam penyusunan strategi militer tetapi juga menjadi panduan andalan untuk mendominasi dalam bisnis, politik, manajemen, pemasaran, perencanaan logistik, dan bahkan olahraga. Karya tersebut mempunyai ritme yang ringkas, seperti kitab suci, dan nuansa mistis samar-samar. Karya itu sangat tua dan misterius sampai-sampai secara harfiah menjadi legenda. The Art of War menjadi begitu populer karena pandangan-pandangan Sun Tzu bisa diaplikasikan ke dalam suatu konflik, besar atau kecil. Nasihat di dalam buku ini bisa dipakai baik oleh anak sepuluh tahun yang ingin menjadi ketua OSIS maupun oleh seorang panglima perang. Isi buku ini lebih ke arah pembahasan strategi pemecahan masalah daripada perang. Perang semata-mata menjadi kata benda pengganti bagi semua kerepotan yang dialami dalam hidup. Kita semua berjuang mencapai sesuatu. Untung bagi kita, Sun Tzu mengajari bagaimana caranya</note>
    <subject>
      <topic>Seni Perang, seni dengan tema dan subjek khusus</topic>
    </subject>
    <subject>
      <topic>Pembelian 2015</topic>
    </subject>
    <classification authority="ddc">700.458 1</classification>
    <classification authority="">700.458 1 HAG t</classification>
    <identifier type="isbn">978-602-03-1536-2</identifier>
    <recordInfo>
      <recordCreationDate encoding="marc">240217</recordCreationDate>
      <recordChangeDate encoding="iso8601">20240217112544</recordChangeDate>
      <recordIdentifier>INLIS000000000002432</recordIdentifier>
      <recordOrigin>Converted from MARCXML to MODS version 3.5 using MARC21slim2MODS3-5.xsl
				(Revision 1.106 2014/12/19)</recordOrigin>
    </recordInfo>
  </mods>
</modsCollection>
