<?xml version="1.0"?>

 <rdf:Description xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <dc:title>Hidup Kadang Tak Selalu Mudah : Seni Berdamai dengan Diri Sendiri /</dc:title>
  <dc:creator>
   Firdakholiq
  </dc:creator>
  <dc:type>text</dc:type>
  <dc:publisher>Yogyakarta : Anak Hebat Indonesia,</dc:publisher>
  <dc:date>2023</dc:date>
  <dc:language>   </dc:language>
  <dc:description>Kenapa kita mera kecewa? Kecewa atas kegagalan yang kita alami, penolakan dari orang lain, atau bahkan kecewa atas kesalahan diri sendiri. Apakah karena kita memiliki ekspektasi yang berlebihan atau tidak realistis? Lalu, apakah kita tidak boleh berekspektasi?&#13;
&#13;
Harapan dan ekspektasi adalah hal wajar bagi setiap manusia. Akan tetapi, tidak jarang ekspektasi juga membuat kita kecewa lantaran realistis yang tidak sesuai dengan harapan. Kita adalah makhluk yang bebas dan merdeka tapi juga serba terbatas salam akal, perasaan, emosi, dan pilihan hidup.&#13;
&#13;
Buku ini mengajak kita untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi dengan ekspektasi kita, mengenali kebebasan dan keterbatasan yang kita miliki, kemungkinan-kemungkinan buruk yang mungkin saja terjadi, dan juga apa yang seharusnya kita lakukan ketika berhadapan dengan kekecewaan.</dc:description>
  <dc:subject>Pengembangan Diri</dc:subject>
  <dc:subject>Motivasi</dc:subject>
  <dc:identifier/>
  <dc:identifier>URN:ISBN:978-623-400-580-6</dc:identifier>
</rdf:Description>

