<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<modsCollection xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-5.xsd">
  <mods version="3.5">
    <titleInfo>
      <title>Pengaruh Jumlah Penambahan Ragi Roti Terhadap Kadar dan Densitas Bioetanol dari Ubi Jalar Putih</title>
      <subTitle>Tugas Akhir</subTitle>
    </titleInfo>
    <name type="personal" usage="primary">
      <namePart>MUTIARA Nur Rasyidah</namePart>
    </name>
    <name type="personal">
      <namePart>ARNINDA, Andi</namePart>
    </name>
    <typeOfResource>text</typeOfResource>
    <originInfo>
      <place>
        <placeTerm type="text">Makassar</placeTerm>
      </place>
      <publisher>Politeknik ATI Makassar-Teknik Kimia Mineral</publisher>
      <dateIssued>2024</dateIssued>
      <edition>2024</edition>
      <issuance/>
    </originInfo>
    <physicalDescription>
      <form authority="marccategory">text</form>
      <form authority="marcsmd">regular print</form>
      <extent>xiii, 39 halaman : gambar; tabel; grafik ; 20x29 cm bibliografi; lampiran</extent>
    </physicalDescription>
    <abstract type="Summary">Bioetanol merupakan etanol yang diproduksi dari tumbuh-tumbuhan menggunakan mikroorganisme melalui proses fermentasi. Mikroorganisme yang paling banyak digunakan dalam proses fermentasi alkohol adalah ragi roti (Saccharomyces cerevisiae). Pengujian kadar etanol dilakukan untuk mengukur kadar etanol dan membantu mengetahui efisiensi konversi gula menjadi etanol oleh ragi. Penambahan komposisi rasio ragi roti dalam produksi bioetanol terletak pada proses fermentasi untuk mengubah gula menjadi etanol. Penggunaan bahan dari ubi jalar putih untuk pembuatan bioetanol karena produksi ubi jalar putih di Indonesia cukup besar, pada tahun 2023 produksi ubi jalar putih mencapai 1,43 juta ton dari total produksi ubi jalar, 89% dimanfaatkan untuk konsumsi, 1% dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan 10% tidak termanfaatkan secara optimal. Dengan demikian berdasarkan jumlah produksi pada tahun 2023, terdapat sekitar 143.000 ton ubi jalar putih yang tidak termanfaatkan secara optimal. Selain karena ketersediannya ubi jalar juga mengandung pati yang cukup tinggi yaitu sebesar 27,9% dimana kandungan pati yang tinggi dapat difermentasi menjadi etanol dengan efisiensi yang baik. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksprimental laboratorium dengan menggunakan rasio penambahan ragi roti sebesar 5%, 7% dan 9% (b/v). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Operasi Teknik Kimia Politeknik ATI Makassar pada tanggal 16 Mei 2024 – 05 Juli 2024.</abstract>
    <note type="statement of responsibility" altRepGroup="00">Mutiara Nur Rasyidah (21TKM553); Andi Arninda; Frabowo Prasetia</note>
    <subject>
      <topic>Tugas Akhir TKM 2024</topic>
    </subject>
    <classification authority="ddc">(R)2024 TA-TKM 818</classification>
    <classification authority="">(R)2024 TA-TKM 818 MUT p</classification>
    <recordInfo>
      <recordCreationDate encoding="marc">241101</recordCreationDate>
      <recordChangeDate encoding="iso8601">20241101061533</recordChangeDate>
      <recordIdentifier>INLIS000000000013139</recordIdentifier>
      <recordOrigin>Converted from MARCXML to MODS version 3.5 using MARC21slim2MODS3-5.xsl
				(Revision 1.106 2014/12/19)</recordOrigin>
    </recordInfo>
  </mods>
</modsCollection>
