02127 2200217 4500001002100000005001500021035002000036245017500056100003300231250000900264300006100273856002700334260007000361082002300431084002900454650002500483520132300508008003901831990001901870990002001889INLIS00000000000117220231207024313 a0010-12210003951 aIdentifikasi Penyebab Risiko Kerja dengan Metode Quick Exposure Check (QEC) di PT. Kemilau Bintang Timut Makassar :bTugas Akhir /cRezki Amelia Aminuddin A. P (15TIA074)1 aAMINUDDIN A. P, Rezki Amelia a2018 axii, 71 halaman :bTabel, gambar ;c20,5x28 cmeLampiran aOPAC (Rak TA TIA 2018) aMakassar :bPoliteknik ATI Makassar - Teknik Industri Agro,c2018 a(R)2018 TA-TIA 818 a(R)2018 TA-TIA 818 AMI i 4aTugas Akhir TIA 2018 aPT. Kemilau Bintang Timur Makassar dalam melaksanakan aktivitas produksinya masih menggunakan tenaga manusia dan manual material handling dengan postur kerja berdiri dalam waktu lebih dari 4 jam per hari sehingga berisiko menimbulkan Work – related Musculoskeletal Disorders (WMSDs). Oleh karena itu, Penulis tertarik untuk mengidentifikasi postur kerja dengan tujuan mengetahui rekomendasi postur kerja menggunakan Metode Quick Exposure Check (QEC). Berdasarkan hasil penelitian dan scoring dari 4 bagian tubuh yaitu Punggung (statis atau dinamis), Bahu/Lengan, Pergelangan Tangan dan Leher, dengan menggunakan metode Quick Exposure Check (QEC) diketahui bahwa stasiun kerja receiving, pasteurisasi, dan packing menghasilkan exposure score tertinggi yaitu 136 dan stasiun kerja seaming merupakan stasiun kerja dengan exposure score yang terendah yaitu 94. Rekomendasi tindakan berdasarkan metode Quick Exposure Check (QEC) Stasiun kerja receiving, pasteurisasi, dan packing berada pada range diatas 70%, Nilai ini berarti dilakukan penelitian dan perubahan secepatnya. Sedangkan 8 stasiun kerja lainnya yaitu picking, checking aroma, sorting, metal detecting, mixing dan filling, weighing, seaming, dan coding berada pada range 51 hingga 70%, Nilai ini berarti perlu penelitian lebih lanjut dan dilakukan perubahan.231207 | | |  a01/TA TIA 2018 a262/TA TIA 2018