02027 2200241 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020002200100082001100122084001700133100002500150245007200175250002700247260004400274300007400318650002900392600003000421856003100451520128900482990001401771INLIS00000000001079420241030100215 a0010-0524000174ta241030 g 0 ind  a978-623-7115-47-2 a909.81 a909.81 ANI d0 aANISA Septianingrum,1 aDasar-dasar Memahami Revolusi Industri /cAnisa Septianingrum, M.Pd aCetakan Pertama, April aYogyakarta :bPenerbit Sociality,c2019 aviii, 144 halaman :bgambar ;c13,7 x 19, 3 cmebibliografi, biografi 4aSumbangan Mahasiswa 2023 4aSejarah Revolusi Industri aOPAC (Rak Tandon - Rak 17) aRevolusi Industri yang dimulai di Inggris pada tahun 1760 menimbulkan perubahan sosial dimana tenaga manusia digantikan oleh tenaga mesin. Buruh-buruh pabrik yang tadinya diandalkan dalam proses produksi mulai digantikan dengan mesin. Dengan adanya revolusi industri, terjadi peralihan besar dalam hal kepentingan dan kekuasaan. Sistem feodalime yang tadinya dianut oleh Inggris dan negara-negara Eropa lainnya mampu diruntuhkan oleh kaum borjuis dengan sistem ekonomi kapitalis. Perindustrian dan perdagangan menjadi dua hal yang paling diandalkan kaum borjuis untuk menguasai perekenomian. Sistem ekonomi kapitalis yang dianut oleh negara-negara Eropa tentu menimbulkan dampak positif dan negatif. Dampak positif yang ditimbulkan antara lain: terbukanya lapangan kerja baru di pabrik-pabrik, transportasi semakin lancar, dan harga barang-barang semakin murah. Adapun dampak negatifnya antara lain: tingginya arus urbanisasi, meningkatnya polusi udara, upah buruh yang rendah, dan terciptanya kesenjangan sosial antara kaya dan miskin. Kelebihan barang produksi dan minimnya daya beli masyarakat kala itu menyebabkan negara-negara Eropa memutuskan untuk mencari wilayah baru agar negara tidak mengalami kerugian, yang kemudian kita kenal dengan sebutan imperialisme dan kolonialisme. a340/SM-23