<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000000010306</controlfield>
  <controlfield tag="005">20240305012156</controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-0324000054</subfield>
  </datafield>
  <controlfield tag="007">ta</controlfield>
  <controlfield tag="008">240305                |          | |  </controlfield>
  <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">(R)2024 LPN-08 818</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">(R)2024 LPN-08 818 ARM a</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="100" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">ARMINAS</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">Analisis Ergonomi Terhadap Kecepatan Berjalan Kaki Diberbagai Pusat Kegiatan Masyarakat di Kota Makassar :</subfield>
   <subfield code="b">Laporan Hasil Penelitian /</subfield>
   <subfield code="c">Hj. Arminas, ST., MM. (090021690)</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="250" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">2008</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="260" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Makassar :</subfield>
   <subfield code="b">Akademi Teknik Industri Makassar - Teknik Industri,</subfield>
   <subfield code="c">2008</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">viii + 34 halaman :</subfield>
   <subfield code="b">Tabel;Gambar ;</subfield>
   <subfield code="c">21 x 29 cm.</subfield>
   <subfield code="e">Bibliografi</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Laporan Penelitian Dosen ATIM 2024</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Dalam berinteraksi dengan lingkungannya masyarakat mengalami beberapa penyesuaian. Penyesuaian ini mengakibatkan perubahan pada masyarakat. Penyesuaian tersebut meliputi fisik emosional, maupun perpaduan antara keduanya. Salah satu penyesuaian yang dapat dilihat adalah kecepatan berjalan pejalan kaki. Boleh jadi kecepatan berjalan pun merupakan gambaran dari latar belakang budaya seseorang misalnya saja pejalan kaki di Jakarta kecepatan berjalannya kecepatan berjalannya relatif tinggi dibandingkan kecepatan di negara lain. Atas dasar itulah maka kegiatan berjalan ini dipilih sebagai aktivitas yang akan diteliti terutama mengenai kecapatannya. Penelitian ini dimaksud untuk mengetahui adanya hubungan antara kecepatan berjalan pejalan kaki terhadap karakteristik berbagai pusat kegiatan masyarakat serta untuk menganalisis bagaimana hubungan tersebut.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="856" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">OPAC (LPN DOSEN 2024)</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">188/LPN-24</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
