<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000000010183</controlfield>
  <controlfield tag="005">20240215124840</controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-0224000075</subfield>
  </datafield>
  <controlfield tag="007">ta</controlfield>
  <controlfield tag="008">240215                |          | |  </controlfield>
  <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">(R)2024 LPN-14 818</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">(R)2024 LPN-14 818 MAH p</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="100" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">MAHLINA Ekawati</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">Pengaruh Variasi Sambungan Las Terhadap Kekuatan Chasis (ST 42) Kendaraan Roda Dua (Motor) :</subfield>
   <subfield code="b">Laporan Akhir Hasil Penelitian Dosen ATIM /</subfield>
   <subfield code="c">Mahlina Ekawati, ST., MT. (1287080890)</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="250" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">2014</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="260" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Makassar :</subfield>
   <subfield code="b">Akademi Teknik Industri Makassar - Teknik Mesin Industri,</subfield>
   <subfield code="c">2014</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">vii + 7 halaman :</subfield>
   <subfield code="b">Tabel;Gambar ;</subfield>
   <subfield code="c">21 x 29 cm.</subfield>
   <subfield code="e">Bibliografi;Lampiran</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Laporan Penelitian Dosen TMI 2024</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">ABSTRAK&#13;
&#13;
Chasis (rangka kendaraan) berperan dalam memaksimalkan beban yang dibawah. Untuk memaksimalkan beban yang dibawah oleh chasis perlu ditingkatkan kekuatan dari chasis pada saat pembuatannya. Salah satu cara untuk meningkatkan kekuatan chasis adalah melalui sambungan dengan cara pengelasan (welding) dengan berbagai jenis sambungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh sambungan las terhadap kekuatan chasis kendaraan roda dua dan mengetahui perbandingan kekuatan las dengan menggunakan sanvubgan V dan kampuh vv. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan melakukan pengujian kekuatan chasis dengan menggunakan sambungan las kampuh v dan sambungan las kampuh vv. Dari hasil analisis data perhitungan kekuatan akan didapatkan perbandingan kekuatan chasis tanpa pengelasan lebih rendah yaitu 31,81 kg/mm2 dibanding chasis dengan sambungan las kampuh v yaitu 31,84 kg/mm2 dan chasis dengan sambungan las kampuh vv yaitu 35,80 kg/mm2.&#13;
&#13;
Kata Kunci: chasis, pengelasan, sambungan las, kampuh v, kampuh vv, kekuatan.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="856" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">OPAC (LPN TMI 2024)</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">142/LPN-24</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">143/LPN-24</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
