01861 2200229 4500001002100000005001500021035002000036245004200056100001700098250002600115300004200141856003100183260003100214082001200245084001800257020002200275650003700297650002900334008004100363520121400404990001301618INLIS00000000000102720241031090853 a0010-12210002501 aHujan Turun dari Bawah /cBenny Arnas1 aARNAS, Benny aCetakan Pertama, Juli ax, 70 halaman :bGambar ;c13,5x20 cm aOPAC (Rak Tandon - Rak 16) aJakarta :bGrasindo,c2018 a899.221 a899.221 ARN h a978-602-050-211-3 4aFiksi Indonesia, Puisi Indonesia 4aSumbangan Mahasiswa 2020241031 g 0 ind  aBuku ini berisi puisi terbentuk dalam rangkaian teks panjang seperti labirin kalimat yang terlalu menggoda untuk tak ditelusuri di mana pintu keluarnya. Puisi dalam buku ini adalah sebuah naskah panjang yang sejak semula sepertinya dirancang menjadi sebuah puisi yang utuh, dan sudah barang tentu lebih dahulu ia memukau dengan bangunan kompleksitas fisik bahasanya dan kandungan maknanya. Puisi panjang ini beranjak dari sejarah Rasulullah. Hujan turun dari bawah? Hujan, berkah yang tak memilih untuk memberi kasih yang turun merata di daerah yang ia hujani, adalah hujan yang awalnya menguap dari bawah, dari permukaan bumi. Rasulullah adalah orang yang lahir sebagai orang biasa di antara orang biasa. Karena itu ia mudah dimengerti dan diterima. Penulis memungut, menata, mengoplos, menyajikan sebuah paragraf yang ia bangun dari diksi yang rasanya sulit untuk dipersatukan jika tidak berangkat dari satu gagasan yang kuat yang menuntut keliaran imajinasi. Tapi rasanya, kita bisa menangkap ke mana ia menyarankan arah tempuh dengan menebak dari mana ia mengumpulkan imaji-imajinya. Gajah, naga, kangguru, semangka, gulungan kurma, lelaki yang mencintai diri sendiri, dan para pendusta yang jadi imam. a87/SM-20