<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000000010101</controlfield>
  <controlfield tag="005">20240129011549</controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-0124000063</subfield>
  </datafield>
  <controlfield tag="005">20240129125912</controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-0124000063</subfield>
  </datafield>
  <controlfield tag="007">ta</controlfield>
  <controlfield tag="008">240129                |          | |  </controlfield>
  <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">(R)2024 LPN-13 818</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">(R)2024 LPN-13 818 SUR e</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="100" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">SURYANI</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">Ekstraksi Zat Warna Kayu Sappang (Caesalpinia Sappan L.) Sebagai Indikator Asam Basa :</subfield>
   <subfield code="b">Laporan Akhir Hasil Penelitian Dosen ATIM /</subfield>
   <subfield code="c">Dra. Suryani, MSi. (1287880881); Adinda Tri Handayani (104832)</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="250" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">2013</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="260" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Makassar :</subfield>
   <subfield code="b">Akademi Teknik Industri Makassar - Teknik Kimia Industri,</subfield>
   <subfield code="c">2013</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">vii + 10 halaman :</subfield>
   <subfield code="b">Tabel;Gambar ;</subfield>
   <subfield code="c">21,5 x 29,8 cm.</subfield>
   <subfield code="e">Bibliografi;Lampiran</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Laporan Penelitian TKI 2024</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Adinda Tri Handayani</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">ABSTRAK&#13;
&#13;
Saat ini laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin maju dan beraneka ragam kebutuhan bahan baku belum dimanfaatkan sepenuhnya. Untuk itu diperlukan usaha-usaha yang lebih insentif dari manusia guna meningkatkan sumberdaya alam, khususnya sumber daya alam kimiawi yang terkandung dalam tanaman. Seperti halnya zat warna indikator alami yang terdapat pada: bunga kembang sepatu, bougenvil, kunyit, kulit manggis, kubis ungu atau jenis bunga-bungaan yang berwarna dapat memberikan warna yang berbeda dalam larutan yang bersifat asam dan basa, begitupula halnya penelitian yang telah kami lakukan bertujuan mengekstraksi zat warna kayu sappang untuk digunakan sebagai indikator asam dan basa.&#13;
&#13;
Metode penelitian dilakukan dengan ekstraksi zat warna kayu sappang baik cara panas maupun cara dingin dengan menggunakan berbagai jenis pelarut kimia, kemudian mengaplikasikannya ke dalam titrasi asam dan basa untuk menentukan trayek pH.&#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara kuantitas pelarut air memberikan hasil ekstraksi zat warna kayu sappang paling baik baik dengan volume ekstrak 350 ml disusul pelarut pelarut lainnya etanol, metanol, etil asetat, aseton, dan n-heksana berturut-turut adalah 150,25, 100, 50 dan 50 ml. Setelah digunakan dalam titrasi asam dan basa indikator ini memberikan trayek pH 3,4 berwarna kuning dalam senyawa asam dan pH 6,2 berwarna merah dalam senyawa basa, indikator ini memberikan kemiripan dengan indikator Metil Merah, namun trayek pH zat warna alami ini lebih melebar dari Metil Merah.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Ekstraksi, Kayu Sappang, Pelarut, Zat Warna, Indikator, Asam Basa.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="856" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">OPAC (LPN TKI 2024)</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">003/LPN-24</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">004/LPN-24</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">005/LPN-24</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">006/LPN-24</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
