<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<modsCollection xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-5.xsd">
  <mods version="3.5">
    <titleInfo>
      <title>Analisa Kadar Kafein dalam Kopi Bubuk Kemasan dan Kopi Bubuk yang Dijual di Pasar Tradisional di Kota Makassar</title>
      <subTitle>Laporan Akhir Hasil Penelitian Dosen ATIM</subTitle>
    </titleInfo>
    <name type="personal" usage="primary">
      <namePart>ARNINDA, Andi</namePart>
    </name>
    <typeOfResource>text</typeOfResource>
    <originInfo>
      <place>
        <placeTerm type="text">Makassar</placeTerm>
      </place>
      <publisher>Akademi Teknik Industri Makassar - Teknik Kimia Industri</publisher>
      <dateIssued>2013</dateIssued>
      <edition>2013</edition>
      <issuance/>
    </originInfo>
    <physicalDescription>
      <form authority="marccategory">text</form>
      <form authority="marcsmd">regular print</form>
      <extent>vii + 14 halaman : Tabel;Gambar ; 20,8 x 29 cm. Bibliografi;Lampiran</extent>
    </physicalDescription>
    <abstract type="Summary">ABSTRAK&#13;
&#13;
Kopi sebagai bahan minuman yang paling banyak dikonsumsi masyarakat. Kopi yang dikonsumsi berasal dari kopi bubuk yang bermerek dan tidak bermerek banyak dijumpai di pasar tradisional. Kopi mengandung kafein yang dapat berpengaruh pada kesehatan manusia jika dikonsumsi secara berlebihan. Pengolahan secara modern memungkinkan penurunan kadar kafein dalam kopi.&#13;
&#13;
Dari hasil penelitian analisa kadar kafein diketahui kandungan kafein yang paling tinggi terdapat pada kopi bubuk yang dijual di pasar Teuku Umar, dengan kandungan kafein kasar 14,89% dan palin rendah 0,90% dari pasar Mandai, dan jika dibandingkan dengan kopi bubuk kemasan yang diuji kandungan kafein terendah terdapat pada kopi ayam merak sebesar 0,08%. Dari hasil tersebut terlihat bahwa kandungan kafein padfa kopi bubuk yang dijual di pasar tradisional masih tinggi dibandingkan dengan kopi kemasan.&#13;
&#13;
Sedangkan pada perhitungan kadar lemak, diketahui kadar lemak kopi bubuk yang berasal dari pasar tradisional berkisar antara 0,01-8,05% dan kadar lemak tertinggi berasal dari kopi bubuk toraja 8,05% dan terendah dari pasar terong sebesar 0,01%. Sedangkan pada kopi kemasan kandungan lemak berkisar antara 0,15-0,69%, dan kandungan lemak tertinggi dari kopi kapal api sebesar 0,69% dan terendah kopi ayam merak sebesar 0,15%.</abstract>
    <note type="statement of responsibility" altRepGroup="00">Andi Arninda, ST (19771030200642001); Sartika (104814)</note>
    <subject>
      <topic>Laporan Penelitian TKI 2024</topic>
    </subject>
    <classification authority="ddc">(R)2024 LPN-13 818</classification>
    <classification authority="">(R)2024 LPN-13 818 ARN a</classification>
    <recordInfo>
      <recordCreationDate encoding="marc">240129</recordCreationDate>
      <recordChangeDate encoding="iso8601">20240129111013</recordChangeDate>
      <recordChangeDate encoding="iso8601">20240129103856</recordChangeDate>
      <recordIdentifier>INLIS000000000010099</recordIdentifier>
      <recordOrigin>Converted from MARCXML to MODS version 3.5 using MARC21slim2MODS3-5.xsl
				(Revision 1.106 2014/12/19)</recordOrigin>
    </recordInfo>
  </mods>
</modsCollection>
