02391 2200301 4500001002100000005001500021035002000036005001500056035002000071035002000091035002000111007000300131008003900134100001500173245017000188250000900358260008800367300007400455650003300529700001300562520139200575856002501967082002301992084002902015990001502044990001502059990001502074INLIS00000000001009520240206010018 a0010-012400005720240125123354 a0010-0124000057 a0010-0124000057 a0010-0124000057ta240206 | | | 0 aAMRIN Rapi1 aPendekatan Lean Manufacturing pada Proses Produksi Butsudan :bLaporan Akhir Hasil Penelitian Dosen ATIM /cAmrin Rapi, ST., MT. (101100514350250); Satriani (114937) a2013 aMakassar :bAkademi Teknik Industri Makassar - Teknik dan Manajemen Industri,c2013 avii + 7 halaman :bTabel;Gambar ;c21 x 29,5 cmeBibliografi;Lampiran 4aLaporan Penelitian T&MI 20240 aSatriani aABSTRAK Salah satu hal yang perlu diperhatikan, yaitu faktor-faktor pemborosan (waste) dalam proses peoduksi. Dengan berkurangnya pemborosan, maka biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan semakin efisien, sehingga secara otomatis harga pokok produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan semakin kecil, hal ini perpengaruh pada harga jual yang ditawarkan kepada konsumen. Pendekatan lean manufacturing untuk mengurangi pemborosan (waste) pada suatu unit produksi dengan melakukan identifikasi pemborosan sepanjang aliran proses produksi serta mengetahui penyebab adanya pemborosan (waste). Dengan mengetahui penyebab adanya pemborosan (waste), maka dapat direkomendasikan perbaikan dengan menggunakan konsep laen manufacturing. Dari hasil pembobotan dengan menggunakan AHP diperoleh 3 jenis pemborosan yang paling sering terjadi, yaitu 1. cacat berupa pengecatan dan perakitan yang kurang bagus dan pembengkokan pada towaku. 2. Proses yang tidak sesuai (inappropriate process), yakni setup mesin yang tidak tepat sehingga menyebabkan pengerjaan ulang, dan adanya rotasi operator serta penambahan karyawan yang kurang mendapat pelatihan. 3. Gerakan yang tidak perlu (unnecessary motion), berupa kegiatan membawa komponen ke unit selanjutnya sehingga mesin menganggur dan adanya kegiatan tambahan yakni mengukur kembali komponen. Kata kunci: Lean Manufacturing, proses produksi, butsudan. aOPAC (LPN T&MI 2024) a(R)2024 LPN-13 818 a(R)2024 LPN-13 818 AMR p a043/LPN-24 a044/LPN-24 a075/LPN-24