<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<srw_dc:dcCollection xmlns:srw_dc="info:srw/schema/1/dc-schema" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="info:srw/schema/1/dc-schema http://www.loc.gov/standards/sru/resources/dc-schema.xsd ">
  <srw_dc:dc>
    <title xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Pendekatan Lean Manufacturing pada Proses Produksi Butsudan : Laporan Akhir Hasil Penelitian Dosen ATIM /</title>
    <creator xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">AMRIN Rapi</creator>
    <creator xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Satriani</creator>
    <type xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">text</type>
    <publisher xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Makassar : Akademi Teknik Industri Makassar - Teknik dan Manajemen Industri,</publisher>
    <date xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">2013</date>
    <language xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">|  </language>
    <description xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">ABSTRAK Salah satu hal yang perlu diperhatikan, yaitu faktor-faktor pemborosan (waste) dalam proses peoduksi. Dengan berkurangnya pemborosan, maka biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan semakin efisien, sehingga secara otomatis harga pokok produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan semakin kecil, hal ini perpengaruh pada harga jual yang ditawarkan kepada konsumen. Pendekatan lean manufacturing untuk mengurangi pemborosan (waste) pada suatu unit produksi dengan melakukan identifikasi pemborosan sepanjang aliran proses produksi serta mengetahui penyebab adanya pemborosan (waste). Dengan mengetahui penyebab adanya pemborosan (waste), maka dapat direkomendasikan perbaikan dengan menggunakan konsep laen manufacturing. Dari hasil pembobotan dengan menggunakan AHP diperoleh 3 jenis pemborosan yang paling sering terjadi, yaitu 1. cacat berupa pengecatan dan perakitan yang kurang bagus dan pembengkokan pada towaku. 2. Proses yang tidak sesuai (inappropriate process), yakni setup mesin yang tidak tepat sehingga menyebabkan pengerjaan ulang, dan adanya rotasi operator serta penambahan karyawan yang kurang mendapat pelatihan. 3. Gerakan yang tidak perlu (unnecessary motion), berupa kegiatan membawa komponen ke unit selanjutnya sehingga mesin menganggur dan adanya kegiatan tambahan yakni mengukur kembali komponen. Kata kunci: Lean Manufacturing, proses produksi, butsudan.</description>
    <subject xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Laporan Penelitian T&amp;MI 2024</subject>
    <identifier xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/"/>
  </srw_dc:dc>
</srw_dc:dcCollection>
