<?xml version="1.0"?>
<oai_dc:dcCollection xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
  <oai_dc:dc>
    <dc:title xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Rancang Bangun Mesin Pemarut Batang Sagu : Tugas Akhir /</dc:title>
    <dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
   TARISYAH Isna Adawiyah
  </dc:creator>
    <dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
   TAMPASORO, Roni
  </dc:creator>
    <dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
   SONJAYA, Muhammad Luthfi
  </dc:creator>
    <dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
   ARIYANTO
  </dc:creator>
    <dc:type xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">text</dc:type>
    <dc:publisher xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Makassar : Politeknik ATI Makassar - Teknik Manufaktur Industri Agro,</dc:publisher>
    <dc:date xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">2023</dc:date>
    <dc:language xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">|  </dc:language>
    <dc:description xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">ABSTRAK&#13;
&#13;
Tarisyah Isna Adawiyah. Roni Tampasoro. 2023. Rancang Bangun Mesin Pemarut Batang Sagu. Program Studi Teknik Manufaktur Industri Agro Politeknik ATI Makassar. Dibawah bimbingan Bapak Muhammad Luthfi Sonjaya, S.T., M.T. sebagai pembimbing I dan Bapak Dr. Ariyanto, S.T., M.T. sebagai pembimbing II&#13;
&#13;
Batang sagu yang digunakan adalah batang sagu yang telah dipanen berdasarkan ciri - ciri sagu yang siap dipanen. Dalam tahap pemarutan batang sagu, ada sebagian masyarakat menggunakan cara tradisional dan modern. Pada daerah-daerah yang terisolasi dan sulit dijangkau, pengolahan sagu masih dilakukan secara tradisional Pengolahan sagu yang belum memanfaatkan teknologi ini berdampak pada hasil produksi yang terbatas dan kualitas produk yang rendah. Saat ini teknologi pengolahan sagu yang dimanfaatkan masyarakat merupakan teknologi mekanis dan teknologi tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan kapasitas produksi parutan sagu yang maksimal serta efisiensi pemarutan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kehilangan hasil parutan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental yaitu membuat alat dan melakukan uji langsung pada objek Dari proses pengujian, diketahui bahwa kecepatan rendah terhadap jarak mata parut 1 cm menghasilkan kapasitas produksi 135.07 kg/jam, terhadap jarak mata parut 2 cm menghasilkan 183.38 kg/jam dan terhadap jarak mata parut 2,5 cm menghasilkan 253.48 kg/jam. Sehingga diketahui bahwa kecepatan berbanding lurus dengan jarak mata parut dimana semakin tinggi kecepatan dan semakin jauh jarak mata parut dengan corong maka semakin tinggi nilai yang dihasilkan, begitupun pada kecepatan sedang dan tinggi serta efisiensi pemarutan yang lebih tinggi dibandingkan kehilangan hasil parutan. Pada mesin ini mampu mengubah batang sagu yang telah dipotong dan dikupas kulit batangnya menjadi empulur sagu yang selanjutnya diolah menjadi bahan makanan.&#13;
&#13;
Kata kunci: batang sagu, mata parut, motor bensin, kapasitas produksi, efisiensi pemarutan</dc:description>
    <dc:description xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">ABSTRAK&#13;
&#13;
Tarisyah Isna Adawiyah. Roni Tampasoro. 2023. Rancang Bangun Mesin Pemarut Batang Sagu. Program Studi Teknik Manufaktur Industri Agro Politeknik ATI Makassar. Dibawah bimbingan Bapak Muhammad Luthfi Sonjaya, S.T., M.T. sebagai pembimbing I dan Bapak Dr. Ariyanto, S.T., M.T. sebagai pembimbing II&#13;
&#13;
Batang sagu yang digunakan adalah batang sagu yang telah dipanen berdasarkan ciri - ciri sagu yang siap dipanen. Dalam tahap pemarutan batang sagu, ada sebagian masyarakat menggunakan cara tradisional dan modern. Pada daerah-daerah yang terisolasi dan sulit dijangkau, pengolahan sagu masih dilakukan secara tradisional Pengolahan sagu yang belum memanfaatkan teknologi ini berdampak pada hasil produksi yang terbatas dan kualitas produk yang rendah. Saat ini teknologi pengolahan sagu yang dimanfaatkan masyarakat merupakan teknologi mekanis dan teknologi tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan kapasitas produksi parutan sagu yang maksimal serta efisiensi pemarutan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kehilangan hasil parutan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental yaitu membuat alat dan melakukan uji langsung pada objek Dari proses pengujian, diketahui bahwa kecepatan rendah terhadap jarak mata parut 1 cm menghasilkan kapasitas produksi 135.07 kg/jam, terhadap jarak mata parut 2 cm menghasilkan 183.38 kg/jam dan terhadap jarak mata parut 2,5 cm menghasilkan 253.48 kg/jam. Sehingga diketahui bahwa kecepatan berbanding lurus dengan jarak mata parut dimana semakin tinggi kecepatan dan semakin jauh jarak mata parut dengan corong maka semakin tinggi nilai yang dihasilkan, begitupun pada kecepatan sedang dan tinggi serta efisiensi pemarutan yang lebih tinggi dibandingkan kehilangan hasil parutan. Pada mesin ini mampu mengubah batang sagu yang telah dipotong dan dikupas kulit batangnya menjadi empulur sagu yang selanjutnya diolah menjadi bahan makanan.&#13;
&#13;
Kata kunci: batang sagu, mata parut, motor bensin, kapasitas produksi, efisiensi pemarutan</dc:description>
    <dc:subject xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Tugas Akhir TMIA 2023</dc:subject>
    <dc:identifier xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"/>
  </oai_dc:dc>
</oai_dc:dcCollection>
